MOBILISE YOUR DINAR, DIRHAM AND DANIQ USING DINARFIRST-MOBILE EXCHANGE SYSTEM

Bismillah. Alhamdulillah, Dinarfirst unveil  the first mobile-dinar dirham in Nusantara and the world for all muslim. With Dinarfirst-mobile exchange system you can mobilise your dinar-dirham easy, safe and fast everywhere, To keeping (commendably)  your dinar-dirham you need to apply for  Titipan Dinarfirst or you can buy dinar, dirham and daniq at the nearest kiosk-dinarfirst of MWN in Indonesia and Malaysia see this list of  kiosk-dinarfirst. If you need assistance please call +6281808872081 or visit our website http://www.facebook.com/dinarfirst or www facebook.com/dinardirham

We have to disconnect with the riba system (paper-money and banking) that will crush soon or at anytime, we dont wait for that to happen. As a muslim riba is forbidden to be continue ever in our everyday life, it has to end it now.  We have to leave riba system immediately by shifting the worthless paper money into gold-dinar and silver-dirham coins and Dinarfirst is helping you to do that. With Dinarfirst You can buy, mobilise and locating dinar, dirham and daniq straight away from you handphone or Yahoo-Messenger (it will required PIN and Password). Its Easy, Safe and Fast. Bismillah.

——————————————————————————————————————————————–

Bismillahirrahmanirrahim, Alhamdulillah dengan ijin dari Allah kini Dinarfirst sudah mulai berjalan dan terkoneksi dengan berbagai kegiatan pasar terbuka islam, perdagangan, jasa dan jual-beli, ini adalah bagian dari upaya kita semua untuk menegakkan perdagangan yang halal dan segera secepatnya memutuskan dan minggalkan sistem riba (perbankan dan uang kertas) karena riba dilarang dalam islam dan di semua agama. Kami mengajak, menghimbau dan mengatakan kepada masyarakat muslim nusantara untuk  segera menyimpan ataupun menggunakan dinar-emas dan dirham perak sebagai koin barter bebas sukarela, dan Dinarfirst menjadi bgaian aktif untuk melakukan itu secara cepat, mudah dan aman. Dengan Dinarfirst kita semua segera dapat menukarkan uang kertas yang tidak berharga kepada dinar-emas dan dirham perak kapan saja dan dimana saja. lebih cepat lebih baik kita pindahkan harta kita dalam dinar-dirham.

Posted in Dinarfirst, Kabar, Kiosk Dinarfirst, Merchant Dinarfirst, Titipan-Dinarfirst | Leave a comment

PERTANYAAN UMUM SEKITAR DINARFIRST – MOBILE EXCHANGE SYSTEM DAN TITIPAN-DINARFIRST

Dengan telah berjalannya Dinarfirst-mobile exchange system maka ada beberapa pertanyaan umum yang mungkin sering ditanyakan bagi pengguna Dinarfirst atau oleh masyarakat umum, maka kami memberikan beberapa kumpulan pertanyaan umum yang akan kami update setiap saat guna menambah kenyamanan pengguna Dinarfirst.

1. Apakah Dinarfirst – mobile exchange system itu Dan Titipan-Dinarfirst
Dinarfirst adalah mobile dinar-dirham pertama di Indonesia yang mempermudah para penggunanya  untuk melakukan Perpindahan dinar-dirham antar pemilik Titipan-Dinarfirst melalui mobile handphone  (GSM ataupun CDMA) secara cepat, aman dan mudah (real-time) dan User dapat melakukan cek sisa dinar-dirham dalam Titipan-Dinarfirst, Melakukan cek rate dinar-dirham secara real-time (free). Dalam menggunakan Dinarfirst user mempunyai PIN sebagai pengaman dalam penggunaan. Dinarfirst bekerjasama secara langsung dengan Islamic Mint Nusantara untuk ketersediaan koin-koin dinar-dirham islam dan tempat penyimpanannya. Anda dapat mendaftarkan diri melalui http://www.dinarfirst.org atau bergabung di http://www.facebook.com/dinardirham atau http://www.facebook.com/dinarfirst komunitas dinar-dirham pertama di Indonesia dan follow Twitter: dinarfirst Continue reading

Posted in Dinarfirst, Titipan-Dinarfirst | 2 Comments

MEMPERKENALKAN DINARFIRST-MOBILE EXCHANGE SYSTEM DAN TITIPAN DINARFIRST

Untuk mempermudah dan mempercepat masyarakat dalam membeli, menyimpan dan memindahkan dinar-dirham dengan aman maka kami memperkenalkan Dinarfirst – Mobile Exchange System. Dinarfirst dapat digunakan aman, cepat dan mudah oleh semua lapisan masyarakat mulai dari perusahaan atau perorangan yang bergerak di berbagai bidang industri seperti, perdagangan, jasa, kedokteran, sekolah, pasar, rumah sakit, rumah-makan, seniman, hotel, tour and travel, travel-haji dan umroh, ticketing dan lain sebagainya artinya dinar-dirham is in your hand. Dinarfirst adalah sebuah aplikasi melalui handphone yang berbasis SMS dan Yahoo Messenger.

Masyarakat dapat mendaftarkan diri ke Kiosk- Dinarfirst terdekat atau dapat juga mendaftarkan langsung secara online di http://www.dinarfirst.org dengan melengkapi formulir yang sudah ada serta persyaratan administrasi lainnya. Dinarfirst ini menjadi bagian pelengkap implementasi penggunaan Dinar-Dirham di masyarakat secara luas dan praktis. Dinarfirst terbuka bagi siapa saja tanpa memandang suku, ras, agama dan aliran politik.

Dinarfirst dan Dinar-Dirham sangat terkait dengan muamalat dalam hal ini adalah restorasi pasar Islam, paguyuban, karafan, jamaah islam dan pimpinannya, kembalinya hukum-hukum islam, restorasi wakaf, permodalan qirad-syirkah, dan restorasi zakat. Ini semua merujuk sesuai ilmu dan amal bermula di masa Rasulullah dan masa-tiga generasi terbaik islam. Untuk Info dinarfirst kirim SMS ke +62818758343. Segera gunakan dinarfirst hari ini, mari tinggalkan riba.

Bagi muslim atau masyarakat umum di Indonesia dan Malaysia yang ingin mendaftarkan diri dan mengetahui info untuk menggunakan pelayan Dinarfirst – mobile exchange system dan Titipan Dinarfirst silahkan datang ke alamat di bawah ini:

DINAFIRST NUSANTARA
Wazir As’ad Nugroho

Jln. Haji Saidi IV No. 51A
Jakarta -12470, Cipete Selatan
Indonesia
mobile. +6281808872081
email: info@dinarfirst.org

Dinarfirst Bandung dan Jawa Barat
Kiosk-Dinarfirst Utama Ghuroba

Thoriq Gunara, (Pasar Terbuka Salman)
Komplek Masjid Salman ITB
Bandung-Jawa Barat
mobile. +62.22.70700186
thorikg@yahoo.com

Dinarfirst Kuala-Lumpur – Malaysia
Kiosk Dinarfirst Utama Jentayu Emas
Mohamad Nizam Shaidon
297 Jln. H2 Fasa 5
Taman Melawati
53100-Kuala Lumpur
mobile: +60196581190
nizam@jentayuemastrading.com
info@jentayuemastrading.com

Posted in Dinarfirst, Titipan-Dinarfirst | Leave a comment

PENGERTIAN RIBA

Sumber: Bidayatul Mujtahid/ Abbas/ Islam Hari Ini

Tulisan ini disampaikan untuk menjawab pertanyaan mengenai apa yang menjadi sumber persoalan sesungguhnya dari Islam hari ini yang terjadi ditengah masyarakat muslim Indonesia (Nusantara) khususnya dan dunia pada umumnya, yang mudah-mudahan dapat menjadi jawaban, sebelumnya saya menyampaikan terimakasih dan hormat saya kepada guru saya yang telah membukakan banyak hal untuk memahami hal ini dari hati.

APA ITU RIBA
Allah subhana wa ta’ala dan Rasulullah salallaahu alayhi wasallam dengan jelas mengharamkan riba-yakni termasuk menetapkan dan mengambil bunga:

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), ‘Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba,’ padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba),maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.

Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa. Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba) maka ketahuilah, bahwa Allah dan RasulNya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat, maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. al-Quran 2 : 275 – 278

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir. Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.”al-Quran 3 : 130 – 13

Yahya meriwayatkan kepadaku dari Malik dari Nafi’bahwa beliau mendengar ‘Abdullah ibn ‘Umar berkata,“Jika seseorang meminjamkan sesuatu, biarkan kondisi satu-satunya yang dilunasi.” Al-Muwatta Imam Malik : 31.44.94

Malik meriwayatkan kepadaku bahwa beliau mendengar ‘Abdullah ibn Mas’ud pernah berkata, “Jika seseorang membuat pinjaman, mereka tak boleh menetapkan perjanjian lebih dari itu. Meski hanya segenggam rumput, itu adalah riba.” Al-Muwatta Imam Malik : 31.44.95

Abdullah ibn Mas’ud meriwayatkan bahwa Rasulullah salallaahu alayhi wasallam melaknat mereka yang menerima, yang membayar, yang menyaksikan, dan yang mencatat riba. Sunah Imam Abu Dawud: 16.1249.

Riba secara harfiah berarti “kelebihan” dalam bahasa Arab. Qadi Abu Bakar ibnu al Arabi, dalam bukunya ‘Ahkamul Qur’an’ memberi definisi sebagai: ‘Setiap kelebihan antara nilai barang yang diberikan dengan nilai-tandingnya (nilai barang yang diterimakan).’

Kelebihan ini mengacu pada dua hal:
1.Tambahan keuntungan yang berasal dari peningkatan yang tidak dapat dibenarkan dalam bobot maupun ukuran, dan
2. Tambahan keuntungan yang berasal dari penundaan (waktu) yang tidak dibenarkan.

Pengertian riba menurut Islam secara lebih rinci diuraikan Ibn Rushd (al-hafid) seorang fakih, dalam kitabnya Bidaya al-Mujtahid, Bab Perdagangan. Ibn Rushd memaparkan beberapa sumber riba ke dalam delapan jenis transaksi:

1. Transaksi yang dicirikan dengan suatu pernyataan ’Beri saya kelonggaran (dalam pelunasan) dan saya akan tambahkan (jumlah pengembaliannya)
2. Penjualan dengan penambahan yang terlarang;
3. Penjualan dengan penundaan pembayaran yang terlarang;
4. penjualan yang dicampuraduk dengan utang;
5. penjualan emas dan barang dagangan untuk emas;
6. pengurangan jumlah sebagai imbalan atas penyelesaian yang cepat;
7. penjualan produk pangan yang belum sepenuhnya diterima;
8. atau penjualan yang dicampuraduk dengan pertukaran uang.

Perlu diketahui bahwa Ibn Rushd menuliskan Bidayat al-Mujtahid dengan menganalisis berbagai pendapat para imam dari keempat madhhab utama. Dua aspek ini telah mendorong para ulama mendefinisikan dua jenis riba. Ibnu Rusyd mengatakan : ‘Para hakim secara ijma mengatakan tentang riba dalam buyu’ (perdagangan) dalam dua jenis yaitu penundaan (nasi’ah) dan kelebihan yang ditentukan (tafadul)

Jadi, ada dua jenis riba:
1. Riba al-fadl adalah Penambahan dalam utang-piutang
Dapat dijelaskan sebagai berikut, transaksi sewa-menyewa melibatkan kedua unsur, baik penundaan maupun penambahan nilai hanya dapat dilakukan atas benda-benda tertentu saja seperti bangunan, kendaraan, binatang, dan sejenisnya; dan tidak atas benda-benda lain yang habis terpakai dan tidak bisa dimanfaatkan bagian per bagiannya – seperti makanan dan benda yang dipakai sebagai alat tukar, yakni uang. Sewa-menyewa uang berarti merusak fitrah transaksi, dan menjadikannya sebagai riba. Dalam hal ini riba yang terjadi adalah riba al-fadl, karena menyewakan uang serupa dengan menambahkan nilai pada utang-piutang.

Transaksi utang-piutang mengandung penundaan (selisih) waktu, tapi tidak ada unsur penambahan. Seseorang meminjamkan anda uang Rp 500.000, dan peminjam melunasinya, setelah tertunda beberapa waktu lamanya, dalam jumlah yang sama, IDR 500.000. Penundaan waktu dalam utang-piutang ini dibenarkan dan hukumnya halal, tetapi penambahan atasnya tidak dibenarkan dan hukumnya haram. Penambahan dalam utang-piutang adalah riba al-fadl.

Riba al-fadl mengacu pada jumlah (kuantitas). Riba an-nasiah mengacu pada penundaan waktu. Riba al-fadl sangat mudah untuk dipahami. Dalam peminjaman, riba al-fadl merupakan bunga yang harus dibayar. Namun pada umumnya riba ini mewakili peningkatan tambahan terhadap nilai tanding yang diminta oleh satu pihak.

2. Riba an-nasiah adalah kelebihan karena penundaan
Memahami riba an-nasiah lebih pelik. Riba ini merupakan kelebihan dalam waktu (penundaan) yang secara artifisial ditambahkan pada transaksi yang berlangsung. Penundaan ini tidak dibolehkan. Hal ini mengacu pada benda nyata (‘ayn) dan benda tidak nyata (dayn), medium pembayaran (emas, perak dan bahan makanan – yang digunakan sebagai uang).

‘Ayn (nyata) merupakan barang dagangan yang nyata, sering disebut sebagai tunai. Dayn (tidak nyata) merupakan janji untuk membayar atau hutang, atau apa saja yang pembayarannya atau pelunasannya ditunda. Menukar (safar) dayn untuk ‘ayn dari jenis yang sama disebut riba an-nasiah. Menukar dayn untuk dayn juga haram. Dalam penukaran, yang boleh dipertukarkan hanya ‘ayn dengan ‘ayn.

Riba an-nasiah secara khusus mengacu pada penggunaan dayn dalam pertukaran (safar) jenis benda yang serupa. Tetapi pengharaman ini diperluas sampai perdagangan umum jika dayn (sesuatu yang yang tidak nyata) mewakili uang yang melampaui fungsi sebenarnya  dan menggantikan ‘ayn (sesuatu yang nyata) sebagai alat pembayaran umum.Memahami riba an-nasiah amat sangat penting agar mampu mengerti kedudukan kita berkenaan dengan uang kertas. Alasan mengapa kaum ulama modernis mengambil pandangan yang menyimpang tentang riba pada akhirnya adalah secara senagaja dan tidak adalah untuk mensahkan sistem perbankan (uang kertas dan bunga) yang sebetulnya tidak bisa diterima. Kegagalan ulama modern dalam memahami teknik kapitalis ini mengakibatkan pembenaran dikemudian hari yang menjelma menjadi perbankan Islam atau perbankan syariah. Prinsip darurat digabung dengan penghapusan riba an-nasiah telah memungkinkan mereka membenarkan penggunaan uang kertas dan pada gilirannya membenarkan perbankan dengan cadangan uang (fractional reserve banking) yang merupakan basis sistem perbankan hari ini yang dimampankan dalam sistem demokrasi.

Pertama-tama kita diperintahkan untuk meninggalkan riba, setelah itu anda boleh berjihad fisabilillah. Nabi secara jelas menyebutkan kedua pihak yang terlibat dalam transaksi ribawi sebagai periba. “‘Abdullah bin Mas’ud radiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah sallallahu ‘alayhi wa sallam melaknat yang memungut maupun yang membayar riba. Saya bertanya bagaimana dengan yang mencatat transaksi dan dua saksinya. Maka beliau (periwayat hadis) menjawab, ‘Kami sampaikan yang kami dengar.’” (Al-Muslim, Bab DCXXVII)

“Jabir berkata bahwa Rasulullah sallallahu‘alayhi wa sallam melaknat pemungut maupun pembayar bunga, pencatat transaksi, dan dua saksinya, kemudian beliau bersabda, ‘Mereka semua sama saja.’” (Al-Muslim, Bab DCXXVII, 3881)

Dengan melihat hal tersebut di atas, seharusnya tak hanya bank yang dianggap sebagai biang kerok riba tapi kita pun bisa dipersalahkan jika menerimanya riba yang bukanlah sesuatu yang jauh  disana yang seolah asing bagi kita. Untuk menyelesaikan urusan jaman riba ini, sadarilah bahwa riba sebagai bagian cara berniaga kita sehari-hari. Kita dibuat begitu tergantung pada amalan riba ini dan jalan keluarnya adalah ubahlah cara berniaga kita sehari-hari hingga tak lagi bergantung pada riba. Inilah kewajiban kita bersama dalam mentaati Allah dan rasulNya.

Beberapa orang yang katanya ‘pintar’ atau orang-orang yang sudah apatis menyangka bahwa kita tidak mungkin meninggalkan uang-kertas dan perbankan. Padahal, meninggalkan riba bukanlah perkara yang mustahil, melainkan inilah yang termudah. Dimulai dengan kembali kepada dinar dan dirham. Sebab Allah subhanahu wa ta`ala tidak membebankan kewajiban pada setiap manusia di luar kemampuannya. Allah subhanahu wa ta`ala memberikan jalan keluar yang harus dikerjakan oleh muslim hari ini di Nusantara yakni meninggalkan riba dan memerangi para lintah darat (periba).

Meninggalkan riba berarti menciptakan (mengembalikan) cara berniaga (jual-beli) yang halal diantara kita, dimulai dengan di gunakannya kembali Dinar-Dirham. Dan memerangi periba (harb) adalah dengan mengamalkan kembali segala cara hidup yang sesuai dengan tuntunan syari’ah yang secara otomatis akan menghancurkan sarana ribawi mereka. Keduanya hal ini harus dikerjakan secara bersamaan, karena kurang bijak jika kita menyeru dan mengajak muslim dan umum untuk meninggalkan sistem ribawi bila di saat yang sama tiada pilihan lain yang ditawarkan, dan alhamdulillah dalam hal ini di Indonesia telah beredar dinar dirham yang telah dicetak oleh muslim indonesia melalui Pelopor Pencetakan dinardirham Mandiri dari Islamic Mint Nusantara (2000), Mobile dinar dirham yang disebut Dinarfirst dan Titipan Dinarfirst, Jaringan Perdagangan Muslim dan Pasar Terbuka dalam Dinarfirst Saudara (Saudagara Nusantara). Inilah tugas kita bersama yang ada di hadapan Muslimin hari ini. ketaatan kepada Allah dan rasulNya adalah kunci kemenangan.

Dengan kita telah memahami pengertian riba di atas yang telah dijelaskan oleh Ibn Rusd yang mengacu kepada empat Ulama Madhab, maka kita melihat Islam hari ini jadi jelas apa posisi pembaharu islam yang berusaha mengislamkan kapitalis yaitu sistem riba dan uang kertas, maka menciptakan Bank Islam atau bank Syariah, para pembaharu ini dengan sengaja atau tidak telah mengabaikan aspek pengertian riba dan uang kertas dengan meredefinisi pengertian riba dengan tujuan untuk memasukan sistem ekonomi modern atau kapitalisme yang sepenuhnya berdasarkan riba melalui demokrasi kedalam kehidupan muslim hari ini. Mari kita tinggalkan riba dan uang kertas, Mari kita gunakan dinar dan dirham, tunggu apalagi. Bismillah.

Jalan keluar dari sistem riba (perbankan dan uang kertas) adalah dengan kembali mengamalkan kehidupan tanpa riba, perdagangan tanpa riba atau transaksi tanpa riba, bagaimana memulainya? yaitu dengan kembali menggunakan dinar (emas) dan dirham (perak), segera mulai menyimpan dinar dan dirham hari ini, untuk mendapatkannya silahkan kontak ke 081808872081 atau membeli online di www.dinarfirst.org

 

Posted in Dinarfirst, Kabar, Kiosk Dinarfirst | 1 Comment

SAY HELLO TO DINARFIRST USING YAHOO MESSENGER

Bismillah, to All user who already  have an account of Dinarfirst, we introduce to you that our dinarfirst-mobile exchange system can be operating through yahoo messenger. Now you can mobilise your dinar-dirham beetwen user-dinarfirst,  check your daily exchange rate, check your balance  and many more.

See this real step by step how to: After you registered at Dinarfirst and Get reply form G-Master you will recieved SMS for your PIN number and 50 unit transaction for free. You have to activate the Dinarfirst on YM by sending SMS to Dinarfirst-centre, with this command ( see the user manual of dinarfirst)

and you will recieved a reply of SMS in your handphone like this

After you’ve registered for Dinarfirst-Yahoo Messenger , you are ready to use all the commmand that written in Dinarfirst User Manual. See the real example below, you can check daily exhange rate by sending command RATE at yahoo-messenger, it look like this

Posted in Dinarfirst, Kiosk Dinarfirst, Titipan-Dinarfirst | Leave a comment

DINARFIRST-USER GUIDE COMMAND (1.0)

Dinarfirst-mobile exchange system dan Titipan-Dinarfirst is easiness to mobilise your dinar-dirham beetwen user-dinarfirst member  through your handphone everywhere (available indonesia-malaysia now) with GSM/ CDMA network around Nusantara and the world. Dinarfirst work fine for islamic open market, gulids, merchants, kiosk-wakala, stores, service, hospital, hotel, ticketing, restaurant, school, coffee-shop and more. Dinar-Dirham is for the rest of us who want freedom and halal living. amin

We are suggesting all the muslim in Indonesia and other country to Apply Dinarfirst and Titipan-Dinarfirst today, keep the dinar-dirham today, dont wait no more. Bismillah

Bismillah. This is the  Dinarfirst User Guide Command 1.0 for your
all the SMS is using dinarfirst gateway number  +6281322718671

1. PENDAFTARAN PENITIPAN (D)
format
D.<no HP member baru>. <pin>.<no serial>.<wakala/umum><nama agen>

Contoh
D.08321456789.4676. DF1210XYZ.wakala.dinar jakarta
D.08321456789.4676. DF1210XYZ.umum.husayn abdullah

Continue reading

Posted in Dinarfirst, Titipan-Dinarfirst | Leave a comment